Al Qur’an sebagai pedoman hidup bagi umat Islam merupakan sumber ilmu yang
tidak pernah ketinggalan zaman bahkan selalu mendahului zaman, karena
kebenarannya baru terbukti ketika zaman sudah mampu menciptakan tekhnologi
mulai dari ilmu matetamtika, Biologi, kedokteran, fisika, kimia, bahasa,
sejarah dll, segala ilmu telah terbukti sebelum ditemukan al qur’an telah
menafsirkan dan menuliskannya. Keajaiban lain dari Al qur’an yang tak kalah
mencengangkan adalah bahwa Al qur’an ternyata tersusun menurut perhitungan
Matematis yang sangat teliti dan sangat cerdas !!
Allah SWT sendiri memberikan jaminan
bagi kesempurnaan dan kemurnian al-Qur’an.
Allah berfirman :
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al
Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya (Al-Hijr : 9)
Dr.
Rashid Khalifa yang melakukan penelitian terhadap mushaf asli tulisan
pada masa khalifah Utsman bin Affan yang dikenal dengan mushaf Ustmani
menjelaskan bahwa tidak ada satu hurufpun yang hilang dari susunan
Mushaf alQuran ketika dibandingkan dengan Al Qur'an yang kita baca
sekarang ini.
Berikut ini sejumlah perhitungan yang benar-benar merupakan mukjizat.
Kata “Yaum” (hari) dalam bentuk tunggal disebutkan sebanyak 365 kali, yang
sama jumlahnya dengan jumlah hari pada tahun Syamsyiyyah.
Kata “Yaum” (hari) dalam bentuk jamak sebanyak 30 kali, sama dengan jumlah
hari dalam satu bulan.
Kata “Syahr” (Bulan) sebanyak 12 kali, sama dengan jumlah bulan dalam satu
tahun.
Kata “Sab’u (minggu) disebutkan 7 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu
minggu
Jumlah “Saah” (jam) yang didahului dengan “Harf” sebanyak 24 kali, sama
dengan jumlah jam dalam satu hari.
Kata “Sujud” disebutkan 34 kali, sama dengan jumlah rakaat dalam sholat 5
waktu.
Kata “Shalawat” disebutkan 5 kali, sama dengan jumah sholat wajib sehari
semalam.
Kata “Aqimu” yang diikuti kata “Shalat” Sebanyak 17 kali, sama dengan
jumlah rakaat shalat fardhu.
Kata “al-Dunya” disebutkan sebanyak 115 kali, begitu juga kata “al-Akhirah”
sebanyak 115 kali.
Kata “ al-Israf” disebutkan 23 kali, begitu juga kata kebalikannya
“al-Sur’ah”.
Kata “Malaikat” disebutkan 88 kali, kata kebalikannya “al-Syayathin” juga
88 kali.
Kata “al-Sulthan” disebutkan 37 kali, kata kebalikannya “al-Nifaq” juga 37
kali.
Kata “Harb” (panas) sebanyak 4 kali, kebalikannya “al-Bard” (dingin) juga 4
kali.
Kata “al-Harb” (perang) sebanyak 6 kali, kebalikannya “al-Husra” (tawanan)
6 kali.
Kata “al-Hayat” (Hidup) sebanyak 145 kali, kebalikannya “al-Maut” (mati)
145 kali.
Kata “Qalu” (mereka mengatakan) sebanyak 332 kali, kebalikannya “Qul”
(katakanlah) juga sebanyak 332 kali.
Kata “al-Sayyiat” (keburukan) yang menjadi kebalikannya kata “al-Shahihat”
(Kebajikan) masing-masing 180 kali.
Kata “al-Rahbah” (cemas/takut) yang menjadi kebalikan kata “al-Ragbah”
(harap/ingin) masing-masing 8 kali.
Kata “al-Naf’u” yang menjadi kebalikan kata “al-Fasad” masing-masing 50
kali.
Kata “al-Nas” yang menjadi kebalikan kata “al-Rusul” masing-masing 368
kali.
Kata “al-Asbath” yang menjadi kebalikan kata “al-Awariyun” masing-masing 5
kali.
Kata “al-Jahr” yang menjadi kebalikan kata “al-Alaniyah” masing-masing 16
kali.
Masih banyak lagi, yang tidak dapat disebutkan satu-persatu
Sekarang lakukan perhitungan sebagai berikut :
Dengan mencari persentase jumlah kata “bahr” (lautan) terhadap total jumlah
kata (bahr dan barr ) kita dapatkan : (32/45) x 100 % = 71.1111111%
Dengan mencari persentase jumlah kata “barr (daratan) terhadap total jumlah
kata (bahr dan barr) kita dapatkan : (13/45) x 100 % = 28.888888889 %
Kita akan mendapatkan bahwa Allah SWT. Dalam Al qur’an pada 14 abad yang
lalu menyatakan bahwa persentase air di bumi adalah 71.11111111 %, dan
persentase daratan adalah 28.8888888889, dan ini adalah rasio yang riil dari
air dan daratan.
Itulah sebagian kecil keajaiban dan kemukjizatan Al qur’an. Keajaiban yang
lain merupakan misteri yang akan insyaAllah akan dipecahkan oleh orang-orang
yang berilmu.
Seorang ahli biokimia berkebangsaan Amerika keturunan Mesir dan seorang
ilmuwan Muslim, Dr. Rashad Khalifa, adalah orang yang pertama yang menemukan
sistem matematika pada desain Al qur’an.
Dia memulai meneliti komposisi Matematik dari Al qur’an pada tahun 1968,
dan memasukkan Al qur’an ke dalam sistem computer pada tahun 1969 dan 1970,
yang diteruskan dengan menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris pada awal
70-an. Dia tertantang untuk memperoleh jawaban dalam menjelaskan inisial pada
beberapa surah dalam Al qur’an (seperti Alif Lam Mim) yang sering diberi
penjelasan “hanya Allah yang mengetahui maknanya”. Dengan tantangan ini, dia
memulai riset secara mendalam pada inisial-inisial tersebut setelah memasukkan
teks Al qur’an ke dalam sistem computer, dengan tujuan utama mencari pola
matematis yang mungkin akan menjelaskan pentingnya inisial-inisial tersebut.
Setelah beberapa tahun melakukan riset, Dr. Rasyad Khalifa mempublikasikan
temuan-temuan pertamanya dalam sebuah buku berjudul “MIRACLE OF THE QURAN :
Significance of the Mysterious Alphabet” pada Oktober 1973., bertepatan dengan
Ramadhan 1393.
Sementara itu Angka yang sering keluar daalam alquran adalah angka 19.
Dalam Al Qur’an. Keistimewaan angka 19 di dalam Al Qur’an ini, di
antaranya:
1. Kata bismillahirrahmanirrahim, yang merupakan kata pembuka dari surah Al
Qur’an terdiri dari 19 huruf.
2. Paket wahyu pertama (QS. Al Alaq (96) ayat 1—5), diturunkan sebanyak 76
huruf atau 19. x 4.
3. Ayat pertama kali turun, (QS. Al Alaq ayat 1), terdiri dari 19 huruf.
4. Jumlah surah Al Qur’an ada 114 atau 19 x 6.
Angka 19 inilah yang menjadi alat kontrol huruf di dalam Al Qur’an,
sehingga Al Qur’an terpelihara dari perubahan yang dilakukan oleh orang tak
bertanggung jawab. Tidak akan pernah sedikitpun meleset dari hitung-hitungan,
anda bisa bandingkan dengan kitab suci lain. perhatikan bagaimana Angka 19
dalam mengontrol Al Qur’an:
Surah ke-68, yang diawali huruf nun. Jumlah nun dalam surah tersebut 133
atau 19 x 7.
Surah ke-36, yang diawali huruf ya sin, memiliki huruf ya sebanyak 237 dan
huruf sin 48.
Bila dijumlahkan mejadi 285 atau 19 x 15.
Surat ke-13, yang diawali huruf alif lam mim ra’, di mana jumlah alif =
605, lam = 480, mim = 260 dan ra’ = 137, total keempat huruf tersebut 1482 atau
19 x 78.
Betapa perhitungan matematis al Qur’an ini menjadi semakin menarik,
mengingat al Qur’an diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW secara
berangsur-angsur selama 23 Tahun. Berangsur-angsur ini semakin luar biasa
mengingat kita semua ketahui bahwa turunnya Al Qur’an disesuaikan dengan
kondisi dan kebutuhan umat saat itu.
Sebagian besar ahli tafsir menafsirkan 19 sebagai jumlah malaikat. Menurut
Dr. Rashad Khalifa, menafsirkan bilangan 19 sebagai jumlah malaikat adalah
tidak tepat. Bagaimana mungkin jumlah malaikat dapat dijadikan untuk cobaan
bagi orang-orang kafir (QS. Al Muddassir ayat 30—31).
“Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga). Dan Kami jadikan penjaga
neraka itu hanya dari malaikat, dan Kami menentukan bilangan mereka itu hanya
sebagai cobaan bagi orang-orang kafir, agar orang-orang yang diberi kitab
menjadi yakin, agar orang yang beriman bertambah imannya, agar orang-orang yang
diberi kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu, dan agar orang-orang
yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (berkata), ‘Apakah
yang dikehendaki Allah dengan (bilangan) ini sebagai suatu perumpamaan?’
Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang Dia kehendaki dan memberi
petunjuk kepada orang-orang yang Dia kehendaki. Dan tidak ada yang mengetahui
bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri. dan Saqar itu tidak lain hanyalah peringatan
kepada manusia.”
Selain penjelasan di atas, dalam beberapa kejadian di alam ini dan juga
dalam kehidupan kita sehari-hari, ada yang mengacu kepada bilangan 19, di
antaranya sebagai berikut:
Bumi, matahari dan bulan berada pada posisi yang relatif sama setiap 19
tahun.
Komet Halley mengunjungi sistem tata surya kita pada setiap 76 tahun (19 x
4).
Tubuh manusia memiliki 209 tulang atau 19 x 11.Selain berhubungan dengan
kejadian di alam, bilangan 19 juga berkaitan dengan ibadah umat Islam, seperti:
Sholat, jumlah rakaat pada shalat Subuh, Dhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya’
masing-masing adalah 2, 4, 4, 3, dan 4 rakaat. Jika jumlah rakaat tersebut
disusun menjadi sebuah angka 24434 merupakan bilangan kelipatan 19 atau 19 x
1286.
Di abad modern pun banyak orang-orang yang memang ingin mengubah isi
alqur’an akan tetapi sampai detik ini alquran masih asli dari pertama
diturunkan karena alquran adalah tuntunan dan mukjizat terbesar yang di
ciptakan Allah kepada Umat Muhammad Umat akhir jaman!
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA


0 komentar:
Posting Komentar