Ini adalah kisah seseorang yang patut kita teladani
di mana ketika suatu ketika
aku berdiri di sini, dengan seragam hijau kebanggaanku
berdiri tegak, siap untuk pelayanan terbaiku
dengan senyum di bibirku, ku sapa dia..., pasienku
tapi dia cuek, seakan acuh, terlalu angkuh dan sombong
sabar...
itu yang awalnya terlintas di benakku
dengan senyam yang tak seindah tadi
lagi ku sapa dia, pasienku
lagi-lagi dia cuek, seakan tak butuh
ingin rasanya ku berteriak di mukanya
memakinya dan berkata”Anda juga butuh saya di sini”
Tapi aku tak berdaya
Kadang aku lelah, aku berpikir aku tak berharga
Aku merasa bagai debu yang menempel di kaki penyanyi jalanan
Yang bisa hanyut kala hujan menerpa
Aku hanyut mengikuti arah air yang tak tahu kemana
Aku lemah, aku lelah, aku sendiri
Di suatu maghrib
Sayup tedengar suara di telingaku
Suara yang indah seakan memanggilku
Sejenak berpikir
Yaa... itu suara adzan
Sekejap aku tersentak, menyadarkan bahwa aku tak sendiri
Ada allah bersamaku
Kini di atas sajadah putih aku berdiri tegak
Menghadap-MU, berserah pada-MU
Aku terlalu bodah ya Allah, mau mengikuti permainan air
Terlalu lemah menyerah keadaan
Dan ketika TAKBIRATUL IKHRAM bergema di hatiku
Ku lihat cahaya indah itu. Cahaya surga
Ikhlas...
Itu yang selama ini aku lupa
Di kala pasien datang dengan kondisi lemah, sakit
Mengharap bantuanku, mereka datang tidak gratis
Mengorbankan tenaga, waktu dan materi
Lalu apa yang telah aku berikan ??
Bahkan untuk senyum pun aku tak ikhlas
Betapa berdosanya diri ini
Kini.....

0 komentar:
Posting Komentar